Hati-Hati Kedok Penipuan Ngaku dari Lembaga Survei Lewat Telepon

Hati-Hati Kedok Penipuan Ngaku dari Lembaga Survei Lewat Telepon

Baru-baru ini banyak beredar lembaga survei yang tidak jelas asalnya dari mana, mereka langsung menelpon kita dengan melakukan berbagai pertanyaan seputar data pribadi hingga soal pembayaran, dan ini merupakan survei yang aneh dan tidak ada kaitannya dengan survei yang di lakukan.

Dari penyampaian telepon tersebut mereka mengaku dari lembaga survei "Arbi", dan pada waktu itu penulis coba cari nama lembaga surveinya, dan ternyata tidak di temukan sama sekali di mbah Google.

Sebenarnya apasih motif utama mereka menelpon kita? nah yang pastinya mereka akan mengambil data kita, dan disimpan kedalam database target mereka, dan ini akan mereka telepon kembali pada hari dan waktu yang berbeda.

Baca juga Tren Sosial Media dan Hoak

Sebegai orang awam, jika mendapatkan telepon terkadang kita merasa bahwa itu adalah survei yang legal, dengan nada yang profesional seperti seorang kustomer melayani pelanggannya dengan baik, dengan cara menyapa dan memberikan ucapan salam pembuka di awal pembicaraan.

Pertanyaan-Pertanyaan yang di Ajukan


  1. Pertama sekali mereka menanyakan nama, ini benar dengan Bapak ( ..... ), nama yang mereka tanyakan adalah nama samaran, sepertinya mereka tahu dari sosial media kita.
  2. Selanjutnya mereka meminta waktu untuk melakukan survei, pada waktu itu mengenai pandemi Covid-19.
  3. Pertanyaan selanjutnya mereka menanyakan umur kita.
  4. Kemudian mereka menanyakan alamat lokasi kota kita berada saat ini.
  5. Pertanyaan selanjutnya mereka menanyakan, berapa biaya belanja / pengeluaran yang di habiskan selama satu bulan ini dan apakah pembayarannya menggunakan kartu kredit?

Sebelum masuk di poin ke-5 ada hal yang aneh, yaitu pada saat di tanya mengenai nomor telepon yang di dapat, mereka sepertinya kebingungan, alih-alih mereka menjawab "dari sistem kami", dan ditanya kembali dari sistem apa, jawabnya tetap "dari sistem kami", dari sini kita sudah tahu bahwa mereka tidak bisa menjelaskan sistem apa yang mereka buat.

Setiap aplikasi atau sistem yang kita daftarkan melalui nomor telepon biasanya digunakan sebagai verifikasi data pengguna, dan itu sifatnya tidak di publikasikan secara terang-terangan atau di telepon secara langsung melalui operator.

Jika Anda ditelepon melalui sebuah operator itu pasti sudah jelas sumbernya dari mana dan tujuannya apa, bukan menanyakan hal-hal tentang data pribadi dan tentang pengeluaran perbulan dan pembayaran yang digunakan, jelas ini ada maksud tertentu yang tidak baik, bisa jadi data Anda akan digunakan dan dijadikan sebagai target dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.


Pesan penulis terhadap pembaca, apabila Anda mendapatkan telepon yang tidak di kenal dari mana asalnya, bersifatlah kritis untuk menanyakan hal-hal yang berhubungan dengan nomor yang digunakan, seperti menanyakan dari mana, tujuannya apa, dari mana mendapatkan nomor telepon pengguna.

Jangan berikan data yang berkaitan dengan data-data penting seperti data pribadi, akun password, PIN, data kartu kredit, debet card, dan alamat tempat tinggal, silakan lakukan block nomor telepon yang masuk tersebut.

Demikian ulasan ini kami bagikan, Terima kasih juga telah berkunjung di artikel kami, Semoga bermanfaat.

Apakah artikel ini membantu Anda?

Silakan klik tombol dibawah ini untuk melakukan vote!

Ya   Tidak

Ada 0 Komentar di "Hati-Hati Kedok Penipuan Ngaku dari Lembaga Survei Lewat Telepon"


Tinggalkan Komentar Disini